Rabu, 24 Januari 2018

Diazepam (obat antidepresan)

Farmakologi 
     Diazepam merupakan turrunan benzodiazepin. Kerja utama diazepam yaitu potensiasi inhibisineuron dengan asam gamma-aminobutirat (GABA) sebagai mediator pada sistem saraf pusat. Dimetabolisme menjadi metabolit aktif yaitu N-desmetildiazepam dan oksazepam. Kadar puncak dalam darah tercapai setelah 1-2 jam pemberian oral.waktu paruh bervariasi antara 20-50 jam sedang waktu paruh dimetildiazepam bervariasi hingga 100 jam, tergantung usia dan fungsi hati.

Indikasi
     Untuk pengobatan jangka pendek gejala ansietas. Sebagai terapi tambahan untuk meringankan spasme otot (kelainan motorik sebral, paraplegia). Digunakan juga untuk meringankan gejala-gejala pada penghentian alkohol akut dan premedikasi anestesi.

Kontra indikasi
  • penderita hipersensitif terhadap komponen obat ini.
  • bayi dibawah 6 bulan.
  • wanita hamil dan menyusui.
  • depresi pernapasan.
  • gangguan pulmoner akut
  • keadaan fobia.
  • glaukoma sudut sempit.


Efek samping
   Mengantuk, ataksia, kelelahan, erupsi pada kulit, edema, mual dan konstipasi, gejala-gejala ekstra piramidal, jaundice dan neutropenia, perubahan libido, sakit kepala, amnesia, hipotensi, gangguan visual, retensi urine dan inkontinensia.

Interaksi Obat
  • penggunaan bersama obat-obat depresan SSP(sistem saraf pusat) atau alkohol dapat meningkatkan efek depresi.
  • simetidin dan omeprazole mengurangi bersihanbenzodiazepin.
  • rifampisin dapat meningkatkan bersihan benzodiazepin.
Dosis
1. Dewasa
  • Ansietas : 2-10 mg, 2-4 kali sehari.
  • Terapi tambahan pada spasme ototrangka : 2-10 mg, 3-4 kali sehari dalam dosis terbagi.
  • Penghentian alkohol akut : 10 mg, 3-4 kali sehari selama 24 jam pertama, kemudian dikurangi menjadi 5 mg, 3-4 kali sehari. 
  • Premedikasi : dewasa 10 mg dan anak-anak > 2 tahun 0,25 mg/Kg.
2. Usia lanjut dan penderita yang lemah
             2-2,5 mg, 1-2 kali sehari dapat ditingkatkan secara bertahap sesuai kebutuhan. Pada penderita dengan gangguan pulmoner kronik, penderita penyakit hati dan ginjal kronik dosis dikurangi.

3. Anak-anak
             0,12-0,8 mg/Kg sehari dengan dosis terbagi 3 atau 4.

Perhatian
  • jangan mengemudiakan kendaraan bermotor atau menjalankan mesin selama minum obat ini 
  •  ansietas arau ketegangan karena stres kehidupan sehari-hari biasanya tidak memerlukan pengobatan dengan ansiolitik.
  •  keefektifan dalam pengobatan jangka lama (lebih dari 4 bulan) belum diuji secara sistemik.
  • penggunaan jangka lama dapat menyebabkan ketergantungan pada obat ini.
  • pada penderita lemah dan lanjut usia dianjurkan dengan dosis efektif terkecil.
  • hati-hati penggunaan pada penderita lemah dan lanjut usia dianjurkan dengan dosis efektif terkecil.
  • hentikan pengobatan jika terjadi reaksi-reaksi paradoksial seperti hipereksitasi akut, ansietas, halusinasi dan gangguan tidur. 

Selasa, 23 Januari 2018

Terapi Luka

1. Terapi Obat Untuk Luka

  • Kortikosteroid : hormon steroid yang dihasilkan oleh bagian kulit (cortex) kelenjar anak ginjal/ kelenjar adrenal. Glukokortikoid adalah anti radang yang daya imunosupresif dan anti alergi dengan peningkatan glukoneogenesis. Mineralokortikoid merupakan restensi natrium dana ir oleh tubuli ginjal, sedangkan kalium ditingkatkan ekskresinya.
  • NSAID : berkhasiat analgetik, antipiretik dan anti radang akibat trauma (pukulan, benturan, kecelakaan). Juga pada setelah pembedan. Cara kerja NSAID'S berdasarkan hambatan sintesa prostaglandin dimana kedua jenis ciklo-oksigenase diblokir. NSAID'S idealnya hanya menghambat ciklo-oksigenase II/ COX-II (peradangan) dan tidak COX-I (perlindungan mukosa lambung).
  • Antiseptik : obat-obat yang digunakan pada permukaan kulit atau membran mukosa guna memberikan efek anti infeksi dan mencegah atau membatasi infeksi.
  • Antibiotik ; zat kimia yang dihasilkan bakteri ataupun zat jamur yang berkhasiat obat apabila digunakan dalam dosis tertentu berkhasiat mematikan atau menghambat pertumbuhan kuman dan toksisitasnya tidak berbahaya dengan manusia. Mekanisme kerja bakterisid dan bakteriostatik. Prinsip penggunaan untuk penyebab infeksi dan faktor pasien. Batricin ,neomycin, mupirocin dan polymyxin B adalah antibiotik yang digunakan secara luas.
-infeksi dengan derajat ringan menggunakan clindamycin, levofloxacin atau amoxicillin clavunalat.
-infeksi dengan derajat sedang berat menggunakan ceftriaxone, ampicillin sulbactam atau levofloxacin+ clindamycin.
-infeksi dengan derajat berat menggunakan antibiotik sediaan parenteral.
2.Nutrisi Pada Penyembuhan Luka

  • Nutrisi adalah makanan yang cukup mengandung niali gizi, untuk pertumbuhan, perkembangan dan pemeliharaan kesehatan secara optimal. Nutrisi terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.
  • Dalam keadaan luka, jarngan tubuh terganggu keutuhannya dan memerlukan nutrisi yang cukup untuk memperbaiki jaringan dan sel yang rusak.
  • Makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin,mineraql dan air yang cukup. namun yang terpenting protein dan vitamin c.
  • Fungsi protein dalam penyembuhan luka yaitu membentuk struktur sel, membentuk sistem pertahan tubuh, keseimbangan cairan, dan transpor gizi.
  1. Membentuk struktur sel : sel tersusun atas protein,fungsi pertumbuhan dan pemeliharaan, dan fungsi kolagen (suatu protein fibrousa di dalam tubuh yang merupakan komponen jaringan ikat.
  2. sistem pertahan tubuh ; protein membentuk antibodi yang bertagung jawab untuk melawan  infeksi dan benda asing yang masuk dalam tubuh. antobodi merupakan protein yang dihasilkan oleh B limfosit sebagai respon adanya antigen (protein pada virus atau bakteri). Imunoglobulin (Ig, A, Ig E, Ig M) adalah protein.
  3. keseimbangan cairan tubuh : protein darah dapat menghasilkan tekanan onkotik yaitu tekanan untuk mempertahankan agar cairan tubuh tetap berada pada kompartemennya. cairan terdiri atas intrasel (didalam sel) dan ekstrasel (intravaskuler dan interselulera).
  4.  Transpor zat gizi : protein di dalam darah berperan sebagai pengakut zat gizi lain. contoh Retinol biding- protein (RBP), transferin dan lipoprotein.

Tanaman Obat Season 1

1. ADAS (Foeniculun vulgare mill)
      Adas disebut foeniculun vulgare mill. Termasuk kedalam famili tumbuhan Umbelliferae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah adas manis, adhas kowei, adas pedas, hades, adese dan rempuse dan nama asingnya fennel (inggris), nama simplisia Foeniculli herba atau oleum.
          Adas merupakan tanaman tahunan. Tinggi tanaman yang telah berbunga mencapai 75cm - 1,5m. Tanaman ini biasanya mempunyai 3-5 batang tegak berasal dari tunas-tunas yang tumbuh di pangkal batang. Daun berbentuk jarum dengan pelepah berwarna putih dan baunya sangat khas. Bunganya berupa bunga majemuk berbentuk payung. Buah berwarna kuning keabu-abuan.

Cara budidaya
             Perbanyakan tanaman menggunakan biji.

Kandungan kimiawi
            Tumibuhan ini sangat sangat kaya dengan kandungan kimia, yang sudah diketahui antara lain: minyak terbang (0,3-6%); dengan kandungan anethol tinggi,zat pahit, fanhom, kamfen, (tonik), dipaten, metil chavikol dan anis keton.

Bagian tanaman yang digunakan 
             Buah dan seluruh tanaman

Efek farmakologis: Aprodisiak, Hepatoprotektor dan Estrogenik

Khasiat dan ramuan
  1. Hepatitis : dua sendok biji adas ditambah 10 gram temulawak kering ditambah 10 gram sambiloto direbus dengan 7 gelas air hingga tersisa 3 gelas, disaring diminum pagi sore.
  2. Mules : duasendok biji adasdirebus dengan 4 gelas air, hingga tersisa 2 gelas, disaring, diminum pagi dan sore sebelum makan.
  3. Batuk : cipluka kering 15 gram ditambah 2 sendok biji adas, direbus dengan 6 gelas air hingga tersisa 3 gelas, disaring dan diminum pagi dan sore sebelum makan.
  4. Osteoporosis : dua sendok makan biji adas direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1,5 gelas, diminum tiap pagi.
  5. Obat kuat (aprodisiak) : dua sendok makan biji adas, ditambah 10 g jahe merah kering, tambah 10 g tapak liman, direbus dengan 6 gelas air, sisakan 3 gelas minum pagi dan sore.


2.Alang-alang (Imperata cylindrica L.)
       Alang-alang termasuk kedalam famili gramineae.Tanaman ini termasuk dalam kategori semak, menahun. Akarnya merayap didalam tanah dan bersisiktingginya bisa mencapai 1,5 meter dengan batang yang beruas dan bulat. Bumganya berwarna putih. Daun tunggal berbentuk pita. Permukaan maupun tepi daun kasar dan tajam sehingga dapat melukai tangan atau kulit. Tanaman ini berbunga majemuk dengan bentuk malai yang panjangnya 15-20 cm.

Cara budidaya
        Perbanyakan tanaman menggunakan rimpang atau akar tunggal.

Sifat kimiawi
     Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a.l : manitol, glukosa, sakharosa, malic acid, citric acid, coixol, arundoin, cylindrin, fermenol, simiarenol, anemonin,asam kersik, damar, logam alkali.

Bagian tanaman yang digunakan
          Rimpang (daun), bunga dan akar. Dapat digunakan yang segar atau dikeringkan.

Efek farmakologis : Antipiretik, Diuretik, Hemostatik, Meredian paru, lambung dan usus halus.

Khasiat dan ramuan
  1. Air kemih berdarah : rebus 30 gram akar segar, tambah kumis kucing 15 gram kering, tambah 15 gram pegagang kering, direbus dengan 6 gelas air sampai tersisa 3 gelas minum pagi dan sore 
  2. Mimisan : akar segar dicuci bersih, ditumbuk dan diperas airnya sampai terkumpul 100cc, minum. Atau 30 gram akar segar dicuci bersih lalu 
  3. Kencing nanah : akar segar 30gr dicuci bersih, dipotong-potong seperlunya, digodok dengan 6 gelasair bersih sampai tersisa 3 gelas, ditambah batu gula secukupnya. dibagi 3 kali minum  atau sebagai teh.
  4. Hepatitis akut menular : Akar kering 30gr kering, tambah 10 gr temulawak, direbus dengan air, sampai tersisa 3 gelas. Minum pagi dan sore.
  5. Radang ginjal akut : cuci bersih 60gr akar segar, dipotong-potong seperlunya,digodok dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas air. Dibagi untuk 2-3 kali minum. Rebus 60gr pegagan segar, minum secara rutin.
  6. Muntah darah : akar segar 30-60gr, dicuci bersih, dipotong-potong, digodok dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Minum setealah dingin.
3. Asam Jawa (Tamarindus indica L.)
       Asam jawa disebut Tamarindus indica L. Termasuk kedalam famili tumbuhan Caelsapiniaseae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah bak me, kayu asam. Tanaman asam termasuk dalam jenis pohon. Tinggi pohon ini bisa mencapai 15 meter.

Cara budidaya
        Perbanyakan tanaman menggunakan biji atau cangkokan atau olukasi.

Kandungan kimiawi
        Tumnuhan ini kaya dengan kandungan kimia, yang sudah diketahui antara lain : Buah (gula inveri, tartaric acid, citric acid, l-mallic acid, pipecolik acid, serine, beta-alnine, phenylalanice, leucine), Daun (sitexin, isovitesin, orientin, isorientin, l-mallic acid) dan Kulit kayu (Tanin).

Bagian tanaman yang digunakan 
        Buah tanpa biji, daun, kulit kayu dan biji.

Efek farmakologis : Pencahar, Antipiretik, Analgesik dan Antiseptik.

Khasiat dan ramuan
  1. Menurunkan berat badan. Buah asam yang masak dibuang kulitnya,daging buahnya dimakan.
  2. Bisul : daun asam dan kunyit secukupnya ditumbuk halus, dipakai untukmenurap bisul.
  3. Batuk : 10gr daging, diseduh di air panas, tambah gula merah dan minum.
  4. Borok luka : biji asam atau daun kering ditumbuk halus, taburkan kepada borok, balut.
  5. Sariawan : Obat kumur, Air asam untuk kumur atau bubuk kulit kayu yang dicampur air.
  6. Demam ; daun secukupnya di jus atauditumbuk dan perasan airnya diminum.
  7. Rematik/bengkak terpukul : daun muda secukupnya dan rimpang kunyit digiling halus, sedu dengan sedikit air panas dan dipakai untuk menurap bagian yang sakit.
  8. Gatal-gatal : buag sebesar telur ayam, umbi temulawak,gula aren dan 2 gelas air, digodok sampai terisi satu gelas. setelah dingin disaring lalu diminum.
  9. mencegah rambut rontok : buah tua dicampur sedikit air untuk ditaur di kepala, cuci.
  10. Kolik (gangguan pencernaan) : 1-2 gr bubuk kulit kayu diseduh, diminum
  11. Susah tidur : daun asam dikeringkan lalu dipakai untuk pengisi bantal kepala,gunakan untuk tidur.
  12. Karat gigi : biji disangrai, ditumbuk halus. gosokan ke gigi yang berkarat dengan kain atau siakt gigi.
  13. Bengkak persendian keseleo, tersiram air panas,scabies ; daun segar secukupnya dicuci, ditumbuk sampai seperti bubur. Turapkan ke tempat yang sakit.

Senin, 22 Januari 2018

PERAWATAN LUKA (WOUND CARE)

Luka adalah rusaknya pada bagian atau jaringan dari tubuh, yang disebabkan oleh trauma fisik dan ditandai dengan robek, terpotong, tertusuk, atau rusaknya jaringan.
Jenis-jenis luka 
  • luka akut : pembedahan > 50% sembuh sisanya bermasalah ( luka kronis)
  • implikasi : frustasi, sosial ekonomi, kualitas hidup (ulkus kronis, cacat dan kelainan bentuk)
  • minat dikalangan kesehatan masih kurang
Lapisan-lapisan kulit (anatomi fisiologi kulit)
  1. Epidermis
  • fungsi pelindung
  • ephitel skuamosa
  • produksi melanin
  • pembuluh darah (-), pH = 5-6,5
  • epidermis paling tebal ditelapak tangan dan kaki
  2. Dermis
  1. terdiri dari jaringan ikat yang menyokong epidermis dan menghubungkan dengan jaringan subkutis. tebal berbeda-beda paling tebal di telapak kaki 3mm
  • dermis banyak pembuluh darah,folikel rambut, kelenjar sebasea dan kelenjar keringat
  • terdiri dari 2 lapis :

  1. lapisan papiler, tipis dan mengandung jaringan ikat longgar
  2. lapisan retikuler,tebal dan terdiri dari jaringan ikat padat
  3. Hypodermis
          merupakan lapisan di bawah dermis yang terdiri dari lapisan lemak, jumlah dan ukuran berbeda-beda menurut daerah tubuh dan keadaan nutrisi individu

Proses penyembuhan luka (fisiologi penyembuhan luka)
    1. fase inflamsi

  •  tanda : kemerahan, panas, nyeri, bengkak
  • lama: 0-5 hari
     2. fase proliferasi

  • karakteristik : Epitalisasi,granulasi,sintesis kolagen
  • lama:3-21 hari
    3. fase maturasi

  • lama : 3 minggu- 3 tahun
  • terbentuknya kolagen baru 
  • final stage
Faktor-faktor yang mempengaruhi proses penyembuhan luka 

  1. status imunologi
  2. penyakit penyerta
  3. pengobatan
  4. kadar gula darah
  5. suplai oksigen
  6. nutrisi
  7. infeksi
Warna dasar luka
1. Merah (red)

  • dasar warna luka merah tua atau terang tampak lembab
  • merupakan luka bersih bergranulasi, vaskularisasi baik dan mudah berdarah
  • warna dasar luka merah muda/pucat merupakan lapisan epitelisasi
  • adalah fase akhir penyembuhan 
Tujuan perawatan merah

  • mempertahankan lingkungan luka pada keadaan lembab
  • luka pada temperatur suhu optimal balutan luka menyerapeksudat
  • mencegah terjadinya trauma pada jaringan granulasi/epitelesasi
2.  Kuning ( Yellow)
dasar warna luka kuning/ kuning kecoklatan/ kuning kehijauan/ kuning pucat

  •  kondisi luka terkontaminasi
  • terinfeksi
  • avaskularisasi dikenal dengan nama SLOUGH
3.Hitam (Black)

  • warna dasar luka hitam/ hitam kecoklatan/ hitam kehijauan
  • merupakan jaringan nekrosis
Tujuan perawatan luka kuning dan hitam

  • meningkatkan suport system autolisisdebridement
  • absorb eksudat
  • menghilangkan bau tidak sedap 
  • mengurangi/ menghindari kejadian infeksi
  • kontaminasi belum tentu terinfeksi
Manajemen perawatan luka 

  1. mencuci luka
  2. membuang jaringan nekrotikpada luka
  3. memilih topikal therapy tepat guna
Dressing or topikal therapy 



Tujuan pemilihan balutan

  1. membuang jaringan mati 
  2. balutan dapat mengontrol infeksi
  3. mampu memperthankan kelembapan
  4. mempercepat proses penyembuhan  luka
  5. absorbs cairan luka
  6. kontrol bau
Cara pembalutan luka

  • balutan primer
  • balutan sekunder 
Bahan balutan
1. gauze (kasa)

  • secondary dressing 
  • alat mechanical debridement 
2. transparant film

  •  waterproof dan gas permeable
  •  support autolysis debriment
  • mengurangi nyeri
3. hydrogel

  • menciptakan suasana lembab
  • support autolysis debridement
  • untuk luka bakar derajat 1 atau derajat 2 
4. hydrocolloid 
  • waterproof, adhesive
  • menyerap eksudat dari sedang - banyak
5. calcium alginate 
  •  support autolysis debridement
  •  menyerap eksudat dari sedang - banyak
6.  polyurethene foam
  • semipermiable, waterproof
  • kontrol hipergranulasi
  • absorb eksudat dari sedang - banyak sekali
7. zink cream : Metcovazin 
  • Metcovazin red
  • Metcovazin reguler 
  • Metcovazin gold 

 Jenis fixsasi

  1. orthopedic wool
  2. cohesive bandage
  3. crepe bandage
  4. stockinet




cholesterol (fenofribate)

Composition  : fenofribate 100mg, 200mg and 300mg

Indications
Especially for adults: patients with hypercholesterolemia (type IIa) or pure endogen hypertriglyceridemia (type IV)or combination (type-IIb and III)
  • When appropriate caloric restriction did not reach the expected lipid reduction
  • especially if cholesterol level remain high after dietetic treatment and/or there are risk factors
  • dietetic control should be continued as an addition to above treatment 
Mechanism of action
      fenofibrate increases lipolysis and elimination of TG-rich particles from plasma by activating lipoprotein lipase.

Contraindications
  • pregnant and lactating women
  • patient with hypersensitivity to fenofibrate
  • children
  • severe liver dysfunction 
  • renal dysfunction
  • gall bladder disease
Dosage
  • Adult: for treatment give fenofibrate 3X 100mg or 1X 300mg daily.
  • the response to therapy should be determined by monitoring serum lipid and lipoprotein profiles and dosage may be adjussted within the range of 200mg to 400mg daily
  • if a satisfactory response has not been reached after therapy and diet, the dosage may be increased to 4x 100mg or 2X 200mg daily
  • however, this situation must be controlled again every 3 months. if there is an increase in blood lipid levels again, then the dose my be increased again to 3x 100mg or 1X 300mg daily
Warnings and precautions
  • not recomended for children because there are little evidences about safety in children
  • not recomended for pregnant and lactating women.
  • if there is no satisfactory decrease of serum lipid levels after 3-6 months administration of fenofibrate,then the supplemental or replacement therapy should be considered
  • do periodic monitoring of transaminase levels (every 3 months) during the first 12 months of use 
  • stop using fenofibrate for a while when there is an inacrease of SGPT excedeed 100 IU
  • it is not recommended to combine fenofibrate with hepatotoxic drugs
Adverse reactions
      gastrointestinal disturbances, skin allergic reaction, muscle ache with CPK elevation, moderate elevation of serum transaminase, haematologic changes, alopecia, sexual asthenia

Drud interactions
       concomitant use with oral anticoagulant drugs will increase the effect of anticoagulant drugs and bleeding risk. it is recomended to control protrombin levels more frequently and oral anticoagulant dosage shoul be adjusted during treatment with fenofubrate

Minggu, 21 Januari 2018

obat kelesterol (fenofibrate)

Dosis fenofibrate 100 mg, 200 mg dan 300 mg

Indikasi 
khusus untuk dewasa : penderita hiperkolesterolemia (tipe-IIa) atau hipertrigliseridemia endogen murni (tipe-IV)atau kombinasi (tipe-IIb dan III).

  • bila restriksi kalori yang sesuai tidak berhasil mencapai reduksi lipid yang diharapkan.
  • khususnya bila kadar kolesterol teteap tinggi setelah pengobatan dietetik dan /atau terdapat faktor risiko.
  • kontrol dietetik harus dilanjutkan sebagai tambahan pengobatan diatas.
Cara kerja obat 
       fenofribate meningkatkan lipolisis dan eliminasi partikel yang kaya akan trigliserida dari plasma dengan mengaktifkan lipoprotein lipase.

Kontraindikasi

  • wanita hamil dan menyusui
  • penderita yang hipersensitif terhadap fenofibrate
  • anak-anak
  • gangguan fungsi hati yang berat
  • gangguan ginjal
  • penyakit kandung empedu

Dosis

  • dewasa untuk pengobatan diberikan fenofibrate 3X 100mg sehari atau 1X 300mg sehari
  • respon terhadap terapi ditentukan dengan pemeriksaan kadar lipid serum dan profil lipoprotein dan dosis dapat disesuaikan dalam kisaran 200mg sampai 400mg sehari
  • bila setelah melakukan terapi dan diet belum tercapai respon yang memuaskan,maka dosis dapat ditingkatkan menjadi 4X 100 mg atau 2X 200mg sehari.
  • dosis awal harus ditinjau lagi setelah kadar kolesterol telah normal kembali. setelah normal kembali, dosis fenofibrate yang dianjurkan adalah 2X 100mg sehari.
  • meski demikian, keadaan ini harus dikontrol kembali tiap 3 bulan. jika terjadi kenaikan kembali kadar lipid dalam darah maka dosis dapat ditingkatkan kembali menjadi 3X 100mg sehari atau 1X 300mg sehari.
Peringatan dan perhatian 

  • tidak dianjurkan untuk digunakan pada anak-anak karena bukti keamanan pengunaan pada anak-anak belum cukup.
  • tidak dianjurkan untuk digunakan pada wanita hamil dan menyusui.
  • bila setelah pemberian fenofibrate selama 3-6 bulan tidak dicapai penurunan kadar lipid serum secara memuaskan, maka terapi pelengkap atau pengganti harus dipertimbangkan.
  • lakukan pemantauan berkala kadar transaminase (tiap 3 bulan) selama 12 bulan pertama penggunaan
  • hentikan penggunaan fenofibrate untuk sementara bila terjadi penigkatan SGPT melebihi 100 IU
  • tidak dianjurkan untuk mengkombinasikan fenofibrate dengan obat hepatotoksik

Efek samping
      gangguan gastrointestinal,reaksi alergi kulit, nyeri otot dengan peningkatan CPK, peningkatan sedang transaminase serum, perubahan hematologis, alopesia, astenia seksual.

Interaksi obat 
      pemberian bersamaan obat antikoagulan oral akan menambah efek antikoagulan dan resiko pendarahan. selama dengan pengobatan fenofibrate disarankan untuk mengontrol kadar protrombinlebih sering dan dosis antikoagulan oral disesuaikan selama terapi. 

Obat Mual (domperidone)

Farmakologi
Domperidone merupakan antagonis dopamin yang mempunyai kerja antiemetik. Efek anitiemetik dapat disebabkan oleh kombinasi efek periferal (gastroprokinetik) dengan antagonis terhadap reseptor dopamin di kemoreseptor "trigger zone" yang terletak diluar sawar darah otak di area postrema. Pemberian oral domperidone menambah lamanya kontraksi antral dan duodenum, meningkatkan pengosongan lambung dalam bentuk cairan dan setengah padat pada orang sehat, serta bentuk padat pada penderita yang pengosongannya terlambat, dan menambah tekanan pada sfinger esofagus bagian bawah pada orang sehat.

Indikasi
Dewasa dan usia lanjut :
  • untuk mual dan muntah akut. Tidak dianjurkan pencegahan rutin pada muntah setelah operasi.
  • untuk mual dan muntah yang disebabkan oleh pemberian levodopa dan bromokriptin. waktu pengobatan dengan domperidone dianjurkan sebaiknya tidak lebih dari 12 minggu.
Anak-anak :
 untuk mual dan muntah pada kemoterapi kanker dan radioterapi

Kontraindikasi
  • penderita hipersensitif terhadap domperidone.
  • penderita dengan prolaktinoma tumor hiposife yang mengeluarkan prolaktin.
Peringatan dan perhatian
  • hati-hati penggunaan pada wanita hamil dan menyusui.
  • tidak dianjurkan penggunaan jangka panjang.
  • hati-hati penggunaan pada penderita gangguan fungsi hati dan ginjal.
Efek samping
  • jarang dilaporkan : sedasi, reaksi ekstrapiramidal distonik, parkinson, tardive dyskinesia (pada pasien dewasa dan usia lanjut) dan dapat diatasi dengan obat antiparkinson.
  • peningkatan prolaktin serum sehingga menyebabkan galaktorrheadan ginekosmastia.
  • mulut kering, sakit kepala, diare, rash kulit, rasa haus, cemas dan gatal.
Interaksi obat
  • domperidone mengurangi efek hipoprolaktinemia dari bromokriptin.
  • pemberian obat anti kolinergik muskarinik dan analgetik opiad secara bersamaan dapat mengantagonisir efek domperidone.
  • efek biovailabilitas dapat bertambah dari 13% menjadi 23% bila diminum 1.5 jam setelah makan.
Dosis dan administrasi
Dewasa dan usia lanjut
Dispepsia fungsional : 10-20 mg, 3 kali sehari dan 10-20 mg sekali sebelum tidur malam tergantung respon klinik. pengobatan jangan melebihi 12 minggu.
Mual dan muntah (termasuk yang disebkan levodopa dan bromokriptin): 10-20 mg sehari, interval 4-8 jam.
Anak-anak
sehubungan dengan dengan kemoterapi kanker dan radioterapi : 0.2-0.4 mg/kg BB sehari, dengan interval waktu 4-8 jam. Obat diminum 15-30 menit sebelum makan dan sebelum tidur malam.

Overdosis
  • belum ada data mengenai overdosis pada penggunaan domperidone secara oral.
  • belum ada antidotum spesifik yang digunakan pada over dosis domperidone, mungkin dapat dilakukan dengan cara pengosongan lambung.